IN MEMORIAM NUNGKI (Nugroho Anggoro )
Nungki yg
saya ketahui
Awal
persahabatan sy dengan Nungki sejak tahun pertama masuk SR’ 77 karena blio mengontrak
satu kamar di rumah sy di daerah Bonbin Tamansari gak jauh dari kampus ITB.
Sohib lain
yang juga ngisi satu kamar si rumah sy adalah Chandra Johan,sementara sy juga
tinggal ditempat yg sama jadi sy cukup mengenal karakter kedua sohib ini dan
kedua sohib ini berdasarkan penilaian sy punya karakter yang rada bersebrangan.
Chandra
Johan orangnya sangat terbuka sehingga dimanapun tempat tinggal blio setelah
pindah dari tempat sy ,selalu jadi tempat kumpul dan diskusi para sohib,sedangkan Nungki agak sebaliknya
,ada rasa pesimis dalam berkarya (keramik) dan memandang kehidupan ini.
Sy sering
berbicara dan jalan bersama dan ketika sampai ketujuan,gak jadi melanjutkan
rencananya jadi ngajak balik lagi,biar rada dongkol sy ikutin aja maunya dan
tingkah begitu terjadi beberapa kali.Pernah curhat sama sy bahwa tadi di jalan
ketemu wanita yang menurut blio cukup menarik dan blio ikuti sampai tempat
tinggalnya,lantas mengenalkan diri dan langsung mengutarakan cintanya...dan
wanita itu lari katanya.
Cerita
lain,sy sering makan bersama diwarung depan Bonbin,tempat mahasiswa yang level
paket hemat,didepan sy Nungki pesan makanan sambil berbisik : “ Pak, nasi
setengah pake tempe,pake urap “.......Eh sama sibapak tukang nasi di ulang
dengan suara keras : “ Gak usah malu-malu den...”.Nasi setengah pake tempe pake
urap ....!” Sy kira pesan makan setengah itu lagi penghematan ,setelah makan
pergi nonton film di bioskop cukup
bergengsi PARAMOUNT dan tiket dia yang
bayar....aneh ‘kan.Dalam kesempatan lain ,sy lagi dirumah tiba-tiba blio datang
sambil membawa bungkusan
‘Wow ,keren
nich sepatu baru mu “harga berapa nich ? Tapi Jawabannya diluar dugaan : “ Kalo
lo suka ,pake aja buat lo...Katanya. “Wah, yg bener aja lo, baru beli udah di
hibahkan ,gimana ceritanya tuh ?
“Tadi gua
masuk toko mencari sesuatu,lantas terlihat sepatu itu dan ke pelayan toko itu
saya tanya harganya , Eh...dijawabnya ‘Mahal ini pak !!, Makanya saya beli
langsung tanpa basa basi lagi...dan sekarang disuruh sy yang make,akhirnya
benar-benar sy yang pake, karena blio
gak sedang membutuhkan,orang sehari harinya cukup pake sandal aja....hehehe dan
masih banyak cerita uniek selama blio dirumah sy.
Waktu terus
berlalu,lama gak ada kontak blio sudah pulang ke rumah orang tuanya di JL.
Tegal Parang,Mampang Jakarta .Awal 1987
sy juga kerja dan tinggal di Jakarta
Timur,gak terlalu jauh dari rumah tinggal blio,jadi silaturahmi kunjungan saya
lanjutkan di Jakarta,blio juga beberapakali ketempat sy di kompl. PWI Jaktim
untuk sekedar bincang-bincang. Dan pada akhir
bulan Desember 1989 saat sy nikah,blio lah satu-satunya teman SR’77 yang
mendampingi sy
ketika saat
ijab kabul didepan penghulu( Terimakasih
Nungki ) dan turut menghadiri resepsinya,blio bawa mobi pribadil dan
ikut bawa tamu yg tidak ber kendaraan.
Waktu terus berlalu,sesekali komunikasi masih nyambung sampe sy punya 2 anak balita perempuan ,dan blio memberi masukan tentang penduduk dunia yang katanya , isinya lebih banyak perempuan .Makanya sy bilang : ‘ lo ambil stu dong buat jadikan istri’,klo dibiarkan ntrar jatah lo diambil Chandra Johan Lo..! kata sy becanda.(Tapi sampai akhir hayatnya blio tetap hidup sendiri ).
![]() |
Tempat peristirahatan terakhir sohib NUNGKI Area pemakaman di perumahan BTN Pasir Sambung ,Sirna Galih Cianjur -Jawa Barat |
Sekitar 2005
blio curhat sama sy klo ibunya meminta blio berkarya diluar rumah alias cari
tempat lain,mungkin maksud ibunya supaya lebih gaul dan terbuka pikirannya,karena
itu sy tawarkan klo mau boleh dirumah sy atau di bengkel studio...dan blio
setuju untuk pindah dari rumahnya yang nyaman di Mampang ke bengkel studio sy
di kompl. PWI.
Saat
pindahan dari rumah ortunya sy bantu membongkar kamarnya dan menyusun tumpukan
karya lukis akrilik di kertas yang tersimpan dibawah kasurnya .sy bilang : “
Nungki ,karya lo bagus nich,punya nilai komersil klo mau di jual”.....”gimana
caranya ?” katanya .
“Gini
aja,saya bawa beberapa karya untuk sy bicarakan dengan Chandra,blio punya link
untuk urusan beginian”.Ternyata penilaian sy sama dengan Chandra bahwa karya
dia itu layak dipajang di Galleri,makanya ssy dan Chandra menemui seorang
kurator yang merangkap pemodal yang juga memeiliki Galeri pribadi yaitu Mr. X.
Mr.X setuju
karya-akrilik dikertas seukuran folio sejumlah lebih dari duapuluh buah itu
untuk dibingkaikan,dipajang di galerinya dan dijual.
Setelah
melalui berbagai langkah akhirnya gelaran pameran terlaksana dan sukses
terjual,proses lanjutannya tidak sy ikuti lagi karena sy juga sibuk dengan
pekerjaan sendiri,tapi beberapa hari setelah pameran karya Nungki, blio
menyerahkan amplop berisi sejumlah uang dan dua buah bingkai karya lukis
akriliknya yang tidak terjual.
Tadinya uang
sy tolak karena bukan itu tujuan sy ,hanya membantu mencarikan solusi karya
yang terpendam saja,tapi dia berkeras agar saya mau menerima pemberiannya.
‘Karya lo
ini sy jual ya? Klo ada peminatnya’ kata sy,..Eh ternyata blio tersinggung :
‘Lo gak suka karya gua ya’! {Yaaah salah lagi dah..}. Selesai pameran ternyata
antara Nungki dan Mr.X terjadi kesepakatan kerjasama,bahwa blio di beri tempat
yang layak untuk tempat berkarya,dimodali cat dan kanvas serta jadwal waktu
untuk berpameran lukisan di kanvas dan media acrilik bahan acrilik dengan ukuran standar dan
beberapa bulan kemudian Alhamdulillah,
acara gelaran pameran tersebut
terlaksana ( sy masih nyimpan leafletnya ).
Tempat
tinggal selanjutnya di perumahan Pondok Ranji,dan sy masih bisa memonitor
aktivitas blio karena kebetulan sy punya
sahabat yang rumahnya berdekatan disekitarnya,jadi sering ketemuan di solat
jum’atan dll.
Setelah
pindahan lagi dari Pondok Ranji , sampai dapat berita wafatnya sy tidak
berkomunikasi lagi.Semoga semua amal baiknya Allah SWT menerima,begitu juga
diampuni segala khilafnya....Amiiin.
Catatan terakhir : Tempat tinggal blio di Komplek Perumahan BTN Pasir Sambung blok.C No.1
Sirna Galih -Cianjur ,Jawa Barat.



Komentar
Posting Komentar