KAMPUNG INGGRIS ??? Desa kreatif yang patut di contoh!!

   Saya selaku orang tua dari salahsatu peserta kursus dari SMA 53 JKT yang sempat jadi peninjau kegiatan, merasa takjub dengan aktivitas desa ini.

Kalo bicara pemberdayaan desa pada umumnya..para pemimpinnya slalu ngomong pertanian,kerajinan dan koperasi,tapi para pelopor desa ini LUAR BIASA. Mereka mampu mengangkat citra desa secara intelek dan berdampak multiguna....Hormat kami untuk para pelopor desa ini.  

    Kampung Pare atau kampung Inggris adalah sebutan untuk dusun Singgahan, desa Palem, kecamatan Pare, kabupaten Kediri, Jawa Timur. Disana terdapat puluhan, bahkan retusan tempat kursus bahasa Inggris yang tersebar di desa tersebut. Meski terkenal sebagai kampung Inggris, bukan hanya bahasa Inggris yang ditawarkan lembaga kursus dikawasan Tulungrejo dan Palem ini, tetapi bahasa Jepang, Mandarin dan Arab, hanya saja peminatnya tidak sebanyak tempat kursus bahasa Inggris. Kampung Inggris bisa dijadikan pertimbangan untuk siswa yang ingin menambah kemampuan berbahasa Inggris, sekaligus mencoba hidup mandiri dalam suasana pedesaan dan bertemu teman baru. Lembaga kursus yang mengajarkan kemampuan berbahasa Inggris di Pare antara lain Basic English Course (EECC), Mahesa Insitute, Smart International Language College dan ELFAST. Sebagian besar lembaga kursus ini baru berdiri empat atau lima tahun yang lalu, tetapi diantaranya telah dikenal sebagai tempat belajar bahasa Inggris sejak awal tahun 1990-an. BCC misalnya malah sudah berdiri sejak 1977. Para alumni Pare yang sudah menyelesaikan kursus mengatakan, Pare adalah tempat yang intensif dan komprehensif untuk belajar bahasa Inggris. Jadi, untuk kita yang masih pemula, take it easy karena semuanya bakal diajarkan. Untuk jangka waktu pengambilan program dari 2 minggu sampai 1 bulan (reguler). Untuk program pendidikan, antara 6 bulan dan setahun. Pendaftaran kursus dan tempat buat kita tinggal bisa indekos atau camp. tempat itu dibuka setiap tanggal 10 dan 25 setiap bulannya. Jadi, kalian harus pintar-pintar mengatur waktu agar tidak ketinggalan. Coba datang dan mendaftar sekitar 4-5 hari sebelum tanggal tersebut. biasanya pada musim libur semester atau kenaikan kelas, sekitar Mei-Juni, kelas di setiap programnya sudah terisi. Banyak materi program yang ditawarkan, mulai dari pengambilan TOEFL atau IELTS, grammarpronounciationspeaking, sampai translation & writing. Untuk pengambilan TOEFL, program yang disediakan adalah readinglistening, dan writing for TOEFL. Begitu pula pada pronounciation dan speaking. Dimana kelas kita? ini ditentukan skill yang kita miliki. Makin baik kemampuan kita, makin tinggi kelas yang bisa diikuti. Sekarang soal biaya. Harga yang ditawarkan di Kampung Pare cukup terjangkau kok. Harganya ditentukan jangka waktu kursus yang kita ambil, antara Rp 100.000 dan Rp 200.000 per bulan. Adapun biaya untuk makan antara RP 3.000 dan RP 10.000 sekali makan. 

    Disini banyak pilihan tempat makan, mulai dari warteg sampai rumah makan yang asyik buat nongkrong bareng temen. Kalau kalian penat belajar dan ingin menemukan suasana baru, penyedia jasa travel banyak ditemukan di daerah ini. kita bisa memilih dari perjalanan ke Pulau Sempu, Gunung Bromo, sampai Bali. Perjalanan bisa dilakukan secara berkelompok dengan teman-teman sekelas kursus atau teman indekos. Tak hanya untuk tempat kursus kita banyak pilihan, tempat tinggal pun lumayan banyak pilihannya. Pertama, tempat tinggal yang disebut campcamp atau Engllish Area yang punya program tersendiri. Misalnya, penghafalan perbendaharaan kata, dan jam berkumpul bareng teman se-camp setiap harinya, untuk mengulas materi pengajaran. Kita dituntut berbicara bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Biasanya, kalau ada yang melanggar dikenai sanksi berupa pengumpulan uang sampai penghafalan vocabulary yang naujubileh banyaknya. Kedua, tempat indekos. Di sini, kalian tidak dituntut menghafal vocabulary ataupun berbicara bahasa Inggris setiap hari. Tapi untuk kita yang mempunyai jadwal padat karena mengambil banyak program, dan butuh konsentrasi serta belajar yang menguras otak, seperti kelas grammar, indekos cocok jadi tempat istirahat untuk kita melepas lelah. Untuk mengitari Pare dan mengadiri setiap kelas yang kita ambil, becak ataupun sepeda menjadi alat transportasi bergengsi yang banyak disewakan penduduk sekitar. Harga penyewaan sepeda itu beragam, tergantung waktu peminjaman dan kualitas sepedanya. Oh ya, karena kampung Pare dekat dengan Kecamatan Pare, fasilitasnya cukup lengkap. Disini ada Masjid Agung, berbagai macam counter ATM dari bank, sampai fasilitas internet dan hot-spot. Kalau kita mencoba memasak sendiri, naik sepeda 10 menit saja sudah bisa menemukan pasar terdekat. (sumber Kompas, Jumat 22 Oktober 2010) 

Ilustrasi kami sebagai peserta: 

Komentar